Menjadi yang dipimpin

Sejak kecil hingga sekolah dan kuliah, yang terus ditanamkan di kepala adalah “bagaimana menjadi pemimpin”. Kita didorong untuk menjadi pemimpin di segala bidang, bahwa orang yang sukses adalah saat dia menjadi yang terdepan, terhebat dan dicontoh banyak orang. Tidak. Hal itu tak selalu benar. Justru sebelum menjadi pemimpin, kita mestinya sudah lulus tentang bagaimana menjadi orang yang dipimpin. Satu hal inilah yang justru jarang ditanamkan.

Ada banyak cara meng-create seseorang untuk menjadi pemimpin, salah satunya adalah dengan tidak menjatuhkan wibawanya di depan orang-orang yang dipimpinnya. Tidak sulit mencari pemimpin, yang lebih sulit adalah mencari orang-orang yang mau dipimpin. Ketika semua orang merasa dirinya mampu dan tak bisa menempatkan diri, disitulah biasanya banyak terjadi benturan. Saling serobot dan saling menonjolkan peran dan eksistensinya.

Saat anda memilih pemimpin, pastikan anda punya ketaatan. Taat bukan berarti takluk, tapi ketaatan itulah yang membuat pemimpin lebih mudah mengorganisir, mengaplikasikan strateginya untuk meraih tujuan-tujuan bersama. Dan percayalah, seberapa hebat bakat anda, tanpa organisasi itu semua tak akan banyak berarti. Pahami, bahwa setiap kebaikan yang terorganisir akan membawa manfaat yang lebih besar.