Kepala Pemimpin – Head of Leader

Negara vis a vis Pemerintahan

Sampai tulisan ini dibuat, saya belum menemukan kata pemimpin dalam konstitusi negara kita. Yang ada hanya kata presiden, kepala negara, kepala pemerintahan, dll. Presiden terpilih kita nanti, bukan pemimpin, menurut konstitusi. Dia ‘hanya’ kepala pemerintahan dan kepala negara (head of government and head of state) yang fungsinya mengepalai organisasi pemerintahan dan negara. Kontitusi juga tidak terlalu jelas mendefinisikan apa negara dan apa pemerintahan.

Dikenal juga istilah lain yaitu negeri yang sebenarnya adalah bahasa budaya. Seperti, karyawan pemerintah disebut Pegawai Negeri Sipil (PNS), bukan Pegawai Negara Sipil atau Pegawai Pemerintah Sipil, tidak heran jika mereka/PNS itu sendiri sering kurang tahu harus lebih taat kepada pemerintah atau kepada negara atau kepada negeri.

Pemerintahan adalah suatu organisasi yang dibentuk melalui kontrak sosial dengan mekanisme yang kita sebut Pemilihan Umum. Didalamnya, Presiden yang dibantu oleh struktur kementeriannya sebagai Kepala, kemudian gubernur, bupati, camat, dll sebagai bagian darinya. Sosok presiden sebagai Kepala Negara adalah simbol, karena Negara sendiri tidak terstruktur. Jika dalam konstitusi dinyatakan bahwa Negara menjamin pendidikan warga negaranya, maka pemerintah berkewajiban menyelenggarakannya.

Keuangan negara dan keuangan pemerintah harus terpisah, karena pemanfaatannya juga terpisah. Pegawai negara dan pegawai pemerintah pun juga mestinya dipisahkan. Pegawai pemerintah taat pada aturan pemerintah dan pegawai negara taat pada aturan negara. Sehingga tidak ada lagi seorang pegawai negara yang berpuluh-puluh tahun bekerja, tiba-tiba harus taat dengan atasannya yang baru saja dilantik menjadi kepala pemerintah dan merubah aturan-aturan yang kemudian bertentangan dengan prinsip-prinsip aturan negara. Mengapa terjadi seperti ini? Karena mereka (para pegawai itu) disebut dengan PNS/Pegawai Negeri Sipil, yang outputnya membingungkan mereka sendiri, akan taat pada siapa mereka nantinya.

Dipertegas kembali, yang mana lembaga negara dan yang mana lembaga pemerintah, sehingga produk-produk yang dikeluarkan akhirnya berorientasi pada ranah yang tepat. Lembaga semacam KPU yang semestinya berposisi sebagai lembaga (ad hoc) negara, namun pada akhirnya berperilaku seperti lembaga pemerintah.

Negara adalah entitas yang berbeda. Tujuan mulia dibentuknya negara tidak diperkenankan dikotori oleh kepentingan sesaat, kepentingan golongan, kepentingan impulsif atas suatu kondisi.

Leadology – Kepemimpinan Tanpa Timbal

Presiden tidak saja sebagai kepala pemerintahan dan kepala negara, dia juga diberi pengharapan yang mulia oleh rakyatnya sebagai seorang pemimpin. Dia adalah hikmah dari kebijaksanaan, persis seperti konstitusi dasar kita Pancasila yang berbunyi “Kerakyatan yang diPIMPIN oleh HIKMAH KEBIJAKSANAAN … “

Pemimpin itu Leader. Lead juga berarti timbal. Unsur kimianya nomer 82 disebut juga plumbum dengan kode Pb. Bahan bakar yang terbaik bagi lingkungan adalah bahan bakar tanpa timbal (unleaded gasoline). Premium dan Pertamax Plus berbeda pada jumlah volume timbalnya, makin sedikit makin baik. Namun tetap, timbal sangat diperlukan dalam kadar kecil untuk fungsi pelumasan.

Pemimpin itu berada di depan, untuk menjadi teladan. Pemimpin juga harus berada di tengah, untuk bekerja bersama. Namun tingkat kepemimpinan tertinggi adalah jika ia sudah berada di belakang, ikut mendorong dan mengikuti apa yang terbaik bagi yang dipimpinnya. Ia tidak lagi mementingkan apa yang baik bagi dirinya, ia sudah mengubur dalam eksistensinya.

Persis sama seperti eksistensi timbal pada bahan bakar. Makin sedikit kandungannya makin canggih dan makin tinggi harganya. Tidak perlu banyak berharap pada kepemimpinan di Indonesia, karena rakyatnya sudah menempatkan dirinya sebagai kebijaksanaan itu sendiri. Rakyat Indonesia sendiri sudah rela untuk tidak didengar. Rakyat Indonesia sudah menjadi bahan bakar bagi ‘pemimpinnya’ sendiri, tidak  sekedar bahan bakar, tapi bahan bakar tanpa timbal. Tercanggih dan termahal di dunia. +++