Menjadi Tahu Dari Tidak Tahu

knowledge:  facts, information, and skills acquired by a person through experienceor education; the theoretical or practical understanding of a subject.

Knowledge diterjemahkan menjadi pengetahuan dalam bahasa Indonesia, berasal dari suku kata ‘tahu‘. sering disambungkan dengan kata ilmu menjadi ilmu pengetahuan. Artinya pengetahuan merupakan sesuatu yang kita dapatkan setelah mengetahui sesuatu mengenai fakta, informasi mengenai subjek tertentu. Mendapatkan pengetahuan bisa melalui pengalaman kita atau pengalaman orang lain yang diinformasikan kepada kita. Memperoleh pengetahuan baru, titik berangkatnya adalah tidak tahu sehingga kita mempelajarinya menjadi suatu pengetahuan baru. Dalam bahasa Inggris disebut lesson (pelajaran) berasal dari suku kata less on atau berarti kurang sedikit. I’m taking an English lesson (saya mengambil pelajaran bahasa Inggris) bermakna bahwa pijakan awalnya ia kurang mempunyai pengetahuan dalam berbahasa Inggris sehingga ia mengambil pelajaran bahasa Inggris. Dari kurang tahu menjadi tahu. Pada dasarnya, kita sekolah, kuliah dan mengambil gelar-gelar sarjana yang seabreg-abreg itu bukan untuk menjadi pintar namun tujuan utamanya adalah mengurangi ketidaktahuan kita. Merasa selalu tidak tahu/bodoh menjadi motivasi yang paling dasar untuk terus belajar dan belajar.

Kata ilmu diambil dari bahasa arab (ilm) yang sebenarnya artinya juga pengetahuan, dengan kekhususan, sistematika dan disiplin tertentu. Ilmu diberikan oleh Tuhan kepada manusia, dengan itulah ia dibedakan dari makhluk lainnya. Tentu saja ilmu itu tidak secara langsung dan verbal diberikan kepada manusia, Tuhan menciptakan alam sebagai alat dan media bagi manusia untuk mendapatkan ilmuNya. Itu mengapa ayat pertama dari Qur’an berbunyi iqro’ atau baca, bukan Muhammad disuruh membaca Qur’an karena waktu itu Qur’an belum ada, dua, Muhammad juga tidak dapat membaca. Yang dimaksud adalah, bacalah alam semesta, disana Tuhan memberikan gambaran kecil atas eksistensiNya, bacalah-pelajarilah. Orang yang berilmu disebut alim, berkonsonan sama dengan dua kata yang berhubungan sebelumnya. Dalam islam terminologi alim ulama sebenarnya adalah tokoh masyarakat yang sangat mendalami keilmuan tertentu, ulama fiqh adalah orang yang berilmu di bidang hukum-hukum agama, ulama pertanian adalah orang yang berilmu di bidang pertanian, dst. Sedangkan tempat dimana sekumpulan orang yang bersama-sama mencari ilmu disebut majelis ta’lim. Orang berdiskusi, mengeluarkan pendapat, forum belajar merupakan majelis-majelis ta’lim.  (ron)

rum10

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s